RSS

A Moslem Archiever

24 Jan

Bukan merupakan pernyataan yang aneh jika kita katakan :

“Bahwa Islam telah memiliki tradisi yang kuat dalam bidang ilmu pengetahuan di masa lampau.”

Kesaksian sejarah telah menjawab dengan mu

nculnya begitu banyak Ilmuwan dan penemu yang berasal dari peradaban Islam.
Bahkan cukup banyak sejarahwan ilmu (science historians) yang menyebut peradaban Islam di zaman keemasannya sebagai Peradaban Ilmu.

Semua bidang Ilmu pengetahuan yang dikenal saat itu dimulai dari kalangan muslim. Sehingga sampai saat ini dapat kita kenang nama-nama tokoh cendekiawan muslim pada masa itu, seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Rushd, Ibnu Khaldun, dan masih banyak lagi untuk kita sebutkan satu-persatu.

Sejarah telah membuktikan betapa kekuatan Islam dalam bidang Ilmu pengetahuan dimasa lalu telah mencapai kejayaannya. Tentunya kita sebagai penerus perjuangan mereka di masa kini perlu belajar dari sejarah kejayaan yang telah mereka ukir, juga sejarah kehancuran yang mereka alami. Apa yang mengakibatkan peradaban-peradaban besar Islam yang pernah menguasai dunia ini hancur..?
Mengapa kita hanya dapat menyaksikan sejarah kejayaannya.? Apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan kejayaan peradaban Islam di bumi ini..?

Maka, “Bercerminlah pada tokoh Cendekiawan muslim masa lampau,dan menjelmalah sebagai Cendekiawan muslim masa kini.”

Kehancuran yang dialami peradaban-peradaban besar (termasuk islam) yang pernah ada di dunia ini merupakan akibat yang disebabkan karena gagalnya pendidikan dalam menjalankan fungsinya.

Semakin rapuhnya fungsi pendidikan akan mudah dipengaruhi oleh peradaban baru yang lebih kokoh bahkan kemungkinan besar akan menggantikannnya sama sekali.

Pendidikan adalah bagaikan pisau bermatadua yang dapat menganalisis dan membentuk manusia baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat, pendidikan berupaya menggali dan memfungsikan potensi-potensi yang terdalam dan tersembunyi pada individu bagaikan lautan yang kaya akan mutiara dan ikan, tanpa usaha manusia ia akan tetap menjadi barang yang asing. Hanya dengan usaha manusialah mutiara-mutiara dan ikan-ikan dapat dijadikan perhiasan dan makanan.

Muslimah Berprestasi

Begitupula potensi-potensi yang ada pada manusia.

Potensi akal atau intelektual bila diarahkan dan dikembangkan akan mampu melahirkan kemahiran berbahasa, menghitung, mengingat, berfikir, daya cipta dan lain-lainnya yang dapat menghantarkan manusia ke taraf kehidupan yang sebelumnya masih menjadi ilusi.

Walaupun potensi akal itu terbatas namun manusia telah mampu menjelajahi ruang angkasa dan dengan alat-alat canggih pula kehidupan manusia semakin mudah. Dari individu inilah pendidikan akan menggali dan mengembangkan kekayaan-kekayaan pada individu agar ia dapat menikmati hasilnya dan seterusnya untuk kepentinganmasyarakat yang lebih luas.

Sedangkan pendidikan terarah kepada masyarakat berupa pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda berupa nilai-nilai budaya agar identitas masyarakat tersebut tetap terpelihara dan berkelanjutan. Nilai-nilai budaya tersebut dapat berupa intelektual, seni, politik, ekonomi, agama, dan lain-lain. Karena tabiat pewarisan ini untuk menjaga kelestarian identitas masyarakat.

Mengingat pentingnya pendidikan baik dari segi individu maupun masyarakat sebagaimana diuraikan diatas, maka fungsi pendidikan ada tiga hal :

  • Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang.
  • Memindahkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan peranan tersebut dari generasi ke tua kepada generasi muda.
  • Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan untuk memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang mejadi syarat mutlak bagikelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban.

Adapun Pendidikan Islam adalah dibangun berdasarkan atas nilai-nilai Islam, menurut Islam, fungsi pendidikan Islam bukan hanyatiga hal sebagaimana diuraikan diatas, akan tetapi amsih harus ditambah sebuah fungsi lagi, fungsi keempat yaitu mencari kebahagiaandi dunia dan akhirat, sehinggafungsi keempat ini berkaitan erat dengan ketiga fungsi lainnya dan menjiwai pelaksanaannya.

Sungguh mulia peran pendidikan Islam apabila kita memahamidan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Dan akhirnya kita dapat menjadikan pendidikan Islam sebagai modal utama membangun peradaban meraih kembali peradaban Islam yang pernahmengalami kejayaannya di masa lampau. Sebagaimana pendidikan Islam akan mencetak ulama-ulama atau cendekiawan-cendekiawan muslim masakini, yakni kelompok orang pandai dalam suatu cabang ilmu atau beberapa ilmu pengetahuan, mereka adalah kelompok elite dalam struktur masyarakat Islam.

Dalam pengertian ulama di atas tidak sebatas kepada kepandaian dalam pengetahuan agama yang merupakan kategori pengetahuan fardu ain, tetapi dapat juga pandai dalam ilmu-ilmu lainnya, sehingga muncul istilah ulama’ kimiyai (ulama kimia), ulama’ ijtimai (ulama kemasyarakatan), ulama tarikhi (ulama’ sejarah), dan sebagainya yang merupakan keahlian daripada cendekiawan muslim. Cendekiawan muslim yang di dalamnya menjalankan usahanya, berarti juga telah melaksanakan misi suci agamanya.

Cendekiwan muslim juga harus berperan serta dalam menyeru kebajikan, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar (amar ma’ruf nahi munkar) yang seluruh jiwanya itu dipancarkan dari jiwa tauhid. Mereka menegemban tugas untuk melanjutkan tradisi propetik Nabi dalam pengertian mewarisi ilmu Nabi dan terjun langsung sesuai dengan usahanya tersebutkepada persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat maka sikap kritisnya dapat terlihat dalam usahanya melampaui ijtihad dan ijmad.

Muslim Berprestasi

Ijtihad adalah usaha bersungguh-sungguh dalam penalaran yang kritis dalam memecahkan persoalan yang sedang dihadapinya dengan mengikuti cahaya Al-Qur’an dan As-Sunah yang shahih serta dengan analogi yang tepat. Sedangkan ijmad adalah ‘recontruction’ atau kristalisasi tradisi keilmuan dan adat istiadat sebagai upaya membangun kembali nilai miraletik dan transendental.

Seorang cendekiawan muslim sebagai orang yang menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, ia harus dapat megaktualiasasikannilai-nilai Isalam dalam diri dan keluarganya, sehingga dapat menjadi tauladan yang baik bagi orang lain.

Jika dilihat peran cendekiawan muslim di Indonesia, maka akan nampak jelas betapacendekiawan muslim sebagai hasil Pendidikan Islam juga cendekiwan lainnya terlibat dalam pembangunan di Indonesia. Cendekiawan, perguruan tinggi dan pemerintah adalah komponen yang berperan serta dalam konsep-konsep dan ide-ide pembangunan menuju peradaban yang lebih baik.

Dengan pendidikan Islam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi potensi utama pembangunan tentunya harus dikusai oleh cendekiawan-cendekiawan muslim masakini. Berbagai pembangunan sebagai usaha mewujudkan membangun kembali peradaban Islam seperti pada kejayaan yang telah dicontohkan di masa lampau adalah cita-cita kita bersama yang harus kita wujudkan mulai dari diri kita sendiri untuk memahami pendidikan Islam sebagai hal utama, sehingga kita dapat menjadi Cendekiawan-cendekiawan Muslim pembangun kemajuan peradaban.

Maka, “Bercerminlah pada tokoh Cendekiawan muslim masa lampau,dan menjelmalah sebagai Cendekiawan muslim masa kini.”

Wallahualam..

 
Leave a comment

Posted by on 24 January 2013 in Fakta Unik, Miracle of ISLAM

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: