RSS

Zakat Fitrah

11 Aug

"Zakat Fitrah"Salah satu amalan yang semakin menyempurnakan Ramadhan ialah zakat. Zakat yang berarti tumbuh, bersih,dan baik itu, mulai diwajibkan secara legal formal sejak tahun kedua Hijriah ketika peradaban Islam kian stabil di Madinah.

Dinukilkan dari “Ensiklopedi Islam”, perintah berzakat memiliki kesejajaran dengan amar shalat. Ini dibuktikan dengan disandingkannya kata seruan berzakat dengan perintah shalat.

Bahkan sebanyak 26 kali, kata zakat dihubungkan dengan shalat. Ada banyak kategori zakat. Secara keseluruhan tersentralisasi dalam dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat fitrah (zakat badan) ialah zakat yang diwajib kan pada akhir puasa Ramadhan. Kewajiban ini ditujukan bagi setiap individu Muslim yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.

Selain itu, zakat ini juga wajib dibayarkan untuk anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir Ramadhan dan hidup selepas terbenam matahari, mereka yang memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadhan dan tetap dalam Islamnya, dan seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadhan.

Zakat ini diberlakukan untuk tujuan yang mulia. Zakat fitrah bertujuan menyucikan orang yang berpuasa dari berbagai perkataan dan perbuatan kotor. Selain itu pula, zakat ini guna memberi makan pada orang miskin dan mencukupi kebutuhan mereka pada Hari Raya Idul Fitri.

Dasar diwajibkannya zakat fitrah ialah antara lain hadis riwayat Abdullah bin Umar bin Khathab. Hadis yang dinukil oleh para imam ternama itu, menyatakan bahwa Rasulullah SAW mewajibkan zakat pada Ramadhan.

Kadar yang harus dibayar ialah satu sha’. Taksiran satu sha’ ialah (1 sha’ = 4 mud, 1 mud = 675 gram) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2.7 kg makanan pokok (tepung, kurma, dan gandum) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan. Ini sesuai dengan Mazhab Syafi’i dan Maliki.

Kapankah zakat ini harus dikeluarkan? Waktu pembayaran zakat fitrah ialah sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri. Ini sesuai dengan hadis riwayat Abdullah bin Umar bin Khatab.

Rasulullah memerintahkan agar para wajib zakat fitrah itu menunaikan kewajibannya sebelum keluar menuju tempat shalat.

Sebagian ulama berpandangan, pembayarannya bisa diajukan satu atau dua hari sebelum Idul Fitri. Ini merujuk pada atsar riwayat Bukhari dari Abdullah bin Umar bin Khathab.

Disebutkan juga, biasanya para sahabat membayarkannya lebih awal satu atau dua hari sebelum shalat Id dilangsungkan. Pendapat Mazhab Syafi’i bahkan menyatakan, penunaiannya boleh dilaksanakan sejak awal Ramadhan.

Bagaimana bila zakat tersebut dibayarkan setelah shalat Id selesai? Bila hal itu terjadi, tidak dikategorikan zakat fitrah, tetapi dianggap sebagai sedekah biasa. Hal ini sesuai dengan hadis riwayat Ibnu Abbas yang dinukil oleh Abu Dawud dan Ibn Majah.

Secara umum, pembagian zakat ini merujuk pada delapan golongan (ashnaf) mustahik yang telah ditentukan. Mereka meliputi fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil.

Akan tetapi, sejumlah ulama memberikan pengecualian. Khusus untuk zakat fitrah, hendaknya didahulukan bagi golongan fakir dan miskin. Argumentasinya bahwa jumlah atau nilai zakat yang kecil.

Sementara salah satu tujuan dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya serta saling berbagi sesama umat Islam.

sumber : http://www.republika.co.id

 
Leave a comment

Posted by on 11 August 2012 in Miracle of ISLAM

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: