RSS

Pacaran Islami, Boleh Kok atau.. Kok Boleh???

06 Feb

Cinta memang sebuah anugerah, cinta hadir untuk memaniskan hidup di dunia apalagi rasa cinta kepada lawan jenis, sang pujaan hati atau sang kekasih hati menjadikan cinta itu begitu terasa manis bahkan orang bilang bila orang sudah cinta maka empedu pun terasa seperti gula. Begitulah cinta, sungguh hal yang telah banyak menjerumuskan para remaja islam ke dalam kenistaan manakala tidak berada dalam jalur rel yang benar. Mereka sudah tidak tahu lagi mana cinta yang dibolehkan dan mana yang dilarang.

Banyak anak-anak muda yang mengatakan “Masa sih pacaran itu haram? Kalo niat kita untuk saling berbagi, dan menggali motivasi masa ga boleh? Kan itu positif..” Ada juga yang mengatakan “Pacaran itu tergantung orang yang melakukannya, kalau untuk memotivasi belajar dan meningkatkan prestasi kan ga masalah, toh dampaknya juga positif..”. Dan masih banyak lagi perkataan-perkataan anak muda jaman sekarang yang pada intinya “pro” pada pacaran itu sendiri. Tetapi apapun pemikiran manusia pastilah lebih banyak khilafnya daripada kebenarannya. Oleh karena itu hendaknya kita menyelesaikan masalah ini dengan mengambil dasar yang jelas dan benar yaitu Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah SAW. Dasar yang pertama ialah Al-Qur’an Surat An-Nur ayat 30-31, terjemahnya ialah sebagai berikut:

30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Dasar yang kedua ialah Al Hadits, bunyinya seperti ini “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”. Dari dua dasar di atas, yang satu dari Al-Qur’an dan yang satu dari Al-Hadits, sudah cukuplah untuk mengetahui bagaimana pandangan Islam tentang pacaran itu. Bahwa sebagai seorang lelaki hendaklah mereka menundukkan pandangan terhadap hal-hal yang haram untuk dipandang dan dapat mengantarkannya kepada dosa dan maksiat, dan sebagai perempuan hendaklah mereka menjaga aurat dan memelihara kehormatannya. Seberat apapun itu jika kita mengaku seorang muslim maka haruslah kita jalani dan amalkan. Sesuatu yang dikerjakan dengan usaha yang berat, dengan tirakat yang berat kelak pasti akan membuahkan hasil yang manis rasanya. Jika tidak didapat di dunia, insyaAllah pasti didapat di surga.

Memang terasa berat bagi kaum lelaki untuk menahan pandangan, untuk menahan hawa nafsu syahwat, dan untuk menahan perasaan cinta kepada seorang perempuan ketika ia menginjak usia remaja. Dan semua itu merupakan ujian yang harus dihadapi oleh para pemuda Islam. Dan anda termasuk yang lulus ujian apa tidak? Hanya Allah dan anda sendiri yang tahu. Begitu juga dengan remaja perempuan, akan terasa berat ketika dirinya harus menahan perasaan cintanya kepada seorang lelaki, dan ketika dirinya harus menjaga pandangan, harga diri, dan juga kehormatannya. Satu hal yang banyak perempuan tidak mengetahui ialah bahwa suara itu adalah aurat bagi perempuan. Karena dengan suara seorang perempuan boleh jadi laki-laki yang sedang lemah imannya menjadi tertarik dan tergoda karenanya. Dan hal tersebut bisa menimbulkan syahwat cinta dalam hatinya. Dan itu berbahaya apabila menjadi gugur iman lelaki tersebut oleh perempuan tadi. Kalau sudah begitu hal yang mulanya tidak diinginkan terjadi menjadi hal yang diinginkan dan benar-benar terjadi. Akhirnya penyesalanlah yang didapatkan. Nasi sudah menjadi bubur, sedangkan setannya sudah keburu kabur. Ada dua ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan hal ini, terjemahnya ialah:

32. Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk[1213] dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya[1214] dan ucapkanlah perkataan yang baik, (QS. Al-Ahzab ayat 32)

[1213]. Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.

[1214]. Yang dimaksud dengan dalam hati mereka ada penyakit ialah: orang yang mempunyai niat berbuat jahat kepada wanita, seperti melakukan zina.

32. Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Israa’ ayat 32)

Lalu bagaimana pacaran yang Islami itu??? Pacaran yang Islami itu:

1. Tidak saling memegang, contoh kecilnya tidak saling berpegangan tangan.

2. Tidak berduaan di tempat yang sepi. Jadi di tempat yang rame boleh dong? Ya bukan begitu mengartikannya, yang benar itu kalo ada teman kita yang berduaan di tempat yang rame ya bilang aja ke mereka,”Di tempat yang rame aja kayak gini, apalagi di tempat yang sepi? Jadi apa nantinya…”

3. Saling nasehat menasehati. Contohnya saling mengingatkan ketika waktu shalat tiba hendaknya segera shalat. Tidak cuman mengingatkan saja tetapi dia sendiri juga harus melakukannya.

4. Saling menjaga pertemuan. Maksudnya bukan menjaga pertemuan biar tidak diketahui orang lain ketika berduaan, akan tetapi ialah menjaga diri dari berlama-lamaan bertatap muka dengannya, misalnya kalau ingin berkomunikasi lewat sms aja, atau lewat fb, twiter, facelim yang penting tidak berlebihan.

5. Dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Ini adalah yang terpenting dan menjadi alasan yang kuat mengapa pacaran itu harus yang islami.

Itu diantaranya sedikit penjelasan mengenai boleh atau tidaknya berpacaran menurut pandangan Islam. Tetapi alangkah baiknya sebagai hamba Allah yang beriman dan ingin masuk ke dalam golongan orang-orang yang saleh, hendaknya kita sebagai remaja mampu menahan diri untuk tidak berpacaran sampai datang waktu menikah nantinya. Dan semoga kita semua kelak dijumpakan oleh Allah dengan sahabat sejati kita, teman sejati kita yang akan menemani hidup kita hingga Izrail menjemput kita semua. Satu pesan yang terakhir, “Tidak sempurna iman seorang muslim manakala dia meninggal dalam keadaan masih membujang…….”

Ditulis oleh: Gilang Cahya Nugraha

(dari berbagai referensi)

 
7 Comments

Posted by on 6 February 2011 in Miracle of ISLAM

 

7 responses to “Pacaran Islami, Boleh Kok atau.. Kok Boleh???

  1. Faza Al Aziz

    8 February 2011 at 3:18 pm

    Semoga saya pribadi bisa mengamalkannya…
    Amin…🙂

     
    • Sizein

      8 February 2011 at 3:42 pm

      Saya do’akan seperti itu teman… Amin.

       
  2. Siti Kholifatul Rizkiah

    9 February 2011 at 1:55 am

    Siiip, selalu beristiqomah di jalan-Nya…

     
  3. chaizar

    9 February 2011 at 3:13 am

    setuju. . . . .. . saling mnjaga dri dari kamksiatan ae. . . . .okeee. . . . . .

     
  4. chaizar

    9 February 2011 at 12:26 pm

    memang msti ikhtiar bgt bwt mnghindari pacaran. . . .. . . . .

     
  5. coffeto_94

    9 February 2011 at 11:49 pm

    manztab gan!!
    istamir istimroron shohihan bi kitabati jayyidah fi hadza website

     
    • rohisalkautsar

      10 February 2011 at 3:55 pm

      Maaf!!!Kami belum tahu artinya… Mungkin bisa ditranslete ke Bahasa Indonesia?

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: