RSS

Festival Islam 2014(Info&Download Formulir)

ImageAssalamu’alaikum Sobat.. Senang sekali berjumpa dengan kalian semua. Kali ini Rohis Al-Kautsar akan mengadakan event yang Insya’Allah pertamakalinya sepanjang sejarah perjalanan Kerohanian Islam milik SMA  Negeri 1 Ponorogo ini. Keren kan..!! Dan nama dari event itu sendiri adalah FESTIVAL ISLAM 2014, dengan tema “Pemimpin tegas di era emas”. Konsep dari acara ini adalah lomba-lomba keagamaan. Antara lain : Pidato, Kaligrafi, Qiro’ dan Mading Islami ….. Jadi bagi kamu kamu semua yang sekarang duduk di bangku SMP sederajat. Buruan daftar,, dan Jadilah Pemenang !!! Follow @festivalislam for more info!!

Download Juklak & formulir

DOWNLOAD :             –    JUKLAK 

                                    –    FORMULIR

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on 14 March 2014 in Miracle of ISLAM

 

Wanita Sholehah: Keindahan Dalam Islam

April, Hari Kartini bukan? Jika teringat sosok Kartini, tentu kita bisa menjadikan beliau sosok yang berharga atas kepahlawanannya merintis emansipasi wanita. Dalam Islam, wanita juga berharga lho. Simak yuk!

firman Allah s.w.t yang bermaksud:

“Hai nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu, kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan dia Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan ingatlah ketika nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu? Nabi menjawab: Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan) dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik, dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula. Jika nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.”
Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on 21 April 2013 in Miracle of ISLAM

 

SENI MEMOTIVASI

 

Apa itu Motivasi?

            Secara sederhana, motivasi adalah dorongan. 

Image

Sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan, bisa disebut sebagai motivasi. Semakin besar motivasi seseorang, semakin mudah ia mengerjakan apa yang ia inginkan. Semakin lemah motivasinya, semakin sulit juga membuatnya melakukan apa yang diharapkan.

            Misalnya, membuat anak senang belajar. Kalau siswa memiliki motivasi rendah terhadap belajar, ia akan sangat malas untuk belajar. Maka, siswa perlu diberikan motivasi agar semangat belajarnya membara.

            Tapi, ada yang perlu diingat. Memberikan motivasi haruslah dengan cara yang tepat. Motivasi yang tidak tepat, hanya akan berakibat jelek. Mungkin tidak sekarang, tapi pasti di masa-masa mendatang.

            Contohnya Adi. Karena malas, ia dipukul oleh ayahnya. Akhirnya, karena takut dipukul, Adi pun belajar…. dengan enggan. Adi memang belajar. Tapi dalam pikirannya ia menganggap bahwa belajar itu sebagai ‘hukuman’. Sesuatu yang tidak menyenangkan. Apa akibatnya ke depan? Ia pun membenci belajar.

            Maka, memberi motivasi tidak hanya memerlukan niat yang baik. Tapi juga metode atau cara yang tepat. Sehingga motivasi kita tidak salah alamat, tapi tepat sesuai tujuannya: membakar semangat.

Read the rest of this entry »

 
Leave a comment

Posted by on 14 February 2013 in Miracle of ISLAM

 

A Moslem Archiever

Bukan merupakan pernyataan yang aneh jika kita katakan :

“Bahwa Islam telah memiliki tradisi yang kuat dalam bidang ilmu pengetahuan di masa lampau.”

Kesaksian sejarah telah menjawab dengan mu

nculnya begitu banyak Ilmuwan dan penemu yang berasal dari peradaban Islam.
Bahkan cukup banyak sejarahwan ilmu (science historians) yang menyebut peradaban Islam di zaman keemasannya sebagai Peradaban Ilmu.

Semua bidang Ilmu pengetahuan yang dikenal saat itu dimulai dari kalangan muslim. Sehingga sampai saat ini dapat kita kenang nama-nama tokoh cendekiawan muslim pada masa itu, seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Rushd, Ibnu Khaldun, dan masih banyak lagi untuk kita sebutkan satu-persatu.

Sejarah telah membuktikan betapa kekuatan Islam dalam bidang Ilmu pengetahuan dimasa lalu telah mencapai kejayaannya. Tentunya kita sebagai penerus perjuangan mereka di masa kini perlu belajar dari sejarah kejayaan yang telah mereka ukir, juga sejarah kehancuran yang mereka alami. Apa yang mengakibatkan peradaban-peradaban besar Islam yang pernah menguasai dunia ini hancur..?
Mengapa kita hanya dapat menyaksikan sejarah kejayaannya.? Apa yang harus kita lakukan untuk mengembalikan kejayaan peradaban Islam di bumi ini..?

Maka, “Bercerminlah pada tokoh Cendekiawan muslim masa lampau,dan menjelmalah sebagai Cendekiawan muslim masa kini.”

Kehancuran yang dialami peradaban-peradaban besar (termasuk islam) yang pernah ada di dunia ini merupakan akibat yang disebabkan karena gagalnya pendidikan dalam menjalankan fungsinya.

Semakin rapuhnya fungsi pendidikan akan mudah dipengaruhi oleh peradaban baru yang lebih kokoh bahkan kemungkinan besar akan menggantikannnya sama sekali.

Pendidikan adalah bagaikan pisau bermatadua yang dapat menganalisis dan membentuk manusia baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat, pendidikan berupaya menggali dan memfungsikan potensi-potensi yang terdalam dan tersembunyi pada individu bagaikan lautan yang kaya akan mutiara dan ikan, tanpa usaha manusia ia akan tetap menjadi barang yang asing. Hanya dengan usaha manusialah mutiara-mutiara dan ikan-ikan dapat dijadikan perhiasan dan makanan.

Muslimah Berprestasi

Begitupula potensi-potensi yang ada pada manusia.

Potensi akal atau intelektual bila diarahkan dan dikembangkan akan mampu melahirkan kemahiran berbahasa, menghitung, mengingat, berfikir, daya cipta dan lain-lainnya yang dapat menghantarkan manusia ke taraf kehidupan yang sebelumnya masih menjadi ilusi.

Walaupun potensi akal itu terbatas namun manusia telah mampu menjelajahi ruang angkasa dan dengan alat-alat canggih pula kehidupan manusia semakin mudah. Dari individu inilah pendidikan akan menggali dan mengembangkan kekayaan-kekayaan pada individu agar ia dapat menikmati hasilnya dan seterusnya untuk kepentinganmasyarakat yang lebih luas.

Sedangkan pendidikan terarah kepada masyarakat berupa pewarisan kebudayaan dari generasi tua kepada generasi muda berupa nilai-nilai budaya agar identitas masyarakat tersebut tetap terpelihara dan berkelanjutan. Nilai-nilai budaya tersebut dapat berupa intelektual, seni, politik, ekonomi, agama, dan lain-lain. Karena tabiat pewarisan ini untuk menjaga kelestarian identitas masyarakat.

Mengingat pentingnya pendidikan baik dari segi individu maupun masyarakat sebagaimana diuraikan diatas, maka fungsi pendidikan ada tiga hal :

  • Menyiapkan generasi muda untuk memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa yang akan datang.
  • Memindahkan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan peranan tersebut dari generasi ke tua kepada generasi muda.
  • Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan untuk memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yang mejadi syarat mutlak bagikelanjutan hidup suatu masyarakat dan peradaban.

Adapun Pendidikan Islam adalah dibangun berdasarkan atas nilai-nilai Islam, menurut Islam, fungsi pendidikan Islam bukan hanyatiga hal sebagaimana diuraikan diatas, akan tetapi amsih harus ditambah sebuah fungsi lagi, fungsi keempat yaitu mencari kebahagiaandi dunia dan akhirat, sehinggafungsi keempat ini berkaitan erat dengan ketiga fungsi lainnya dan menjiwai pelaksanaannya.

Sungguh mulia peran pendidikan Islam apabila kita memahamidan dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Dan akhirnya kita dapat menjadikan pendidikan Islam sebagai modal utama membangun peradaban meraih kembali peradaban Islam yang pernahmengalami kejayaannya di masa lampau. Sebagaimana pendidikan Islam akan mencetak ulama-ulama atau cendekiawan-cendekiawan muslim masakini, yakni kelompok orang pandai dalam suatu cabang ilmu atau beberapa ilmu pengetahuan, mereka adalah kelompok elite dalam struktur masyarakat Islam.

Dalam pengertian ulama di atas tidak sebatas kepada kepandaian dalam pengetahuan agama yang merupakan kategori pengetahuan fardu ain, tetapi dapat juga pandai dalam ilmu-ilmu lainnya, sehingga muncul istilah ulama’ kimiyai (ulama kimia), ulama’ ijtimai (ulama kemasyarakatan), ulama tarikhi (ulama’ sejarah), dan sebagainya yang merupakan keahlian daripada cendekiawan muslim. Cendekiawan muslim yang di dalamnya menjalankan usahanya, berarti juga telah melaksanakan misi suci agamanya.

Cendekiwan muslim juga harus berperan serta dalam menyeru kebajikan, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar (amar ma’ruf nahi munkar) yang seluruh jiwanya itu dipancarkan dari jiwa tauhid. Mereka menegemban tugas untuk melanjutkan tradisi propetik Nabi dalam pengertian mewarisi ilmu Nabi dan terjun langsung sesuai dengan usahanya tersebutkepada persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat maka sikap kritisnya dapat terlihat dalam usahanya melampaui ijtihad dan ijmad.

Muslim Berprestasi

Ijtihad adalah usaha bersungguh-sungguh dalam penalaran yang kritis dalam memecahkan persoalan yang sedang dihadapinya dengan mengikuti cahaya Al-Qur’an dan As-Sunah yang shahih serta dengan analogi yang tepat. Sedangkan ijmad adalah ‘recontruction’ atau kristalisasi tradisi keilmuan dan adat istiadat sebagai upaya membangun kembali nilai miraletik dan transendental.

Seorang cendekiawan muslim sebagai orang yang menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, ia harus dapat megaktualiasasikannilai-nilai Isalam dalam diri dan keluarganya, sehingga dapat menjadi tauladan yang baik bagi orang lain.

Jika dilihat peran cendekiawan muslim di Indonesia, maka akan nampak jelas betapacendekiawan muslim sebagai hasil Pendidikan Islam juga cendekiwan lainnya terlibat dalam pembangunan di Indonesia. Cendekiawan, perguruan tinggi dan pemerintah adalah komponen yang berperan serta dalam konsep-konsep dan ide-ide pembangunan menuju peradaban yang lebih baik.

Dengan pendidikan Islam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi potensi utama pembangunan tentunya harus dikusai oleh cendekiawan-cendekiawan muslim masakini. Berbagai pembangunan sebagai usaha mewujudkan membangun kembali peradaban Islam seperti pada kejayaan yang telah dicontohkan di masa lampau adalah cita-cita kita bersama yang harus kita wujudkan mulai dari diri kita sendiri untuk memahami pendidikan Islam sebagai hal utama, sehingga kita dapat menjadi Cendekiawan-cendekiawan Muslim pembangun kemajuan peradaban.

Maka, “Bercerminlah pada tokoh Cendekiawan muslim masa lampau,dan menjelmalah sebagai Cendekiawan muslim masa kini.”

Wallahualam..

 
Leave a comment

Posted by on 24 January 2013 in Fakta Unik, Miracle of ISLAM

 

LMT 2012

LMT

Assalamu’alaikum,

Hai teman-teman ikutan LMT yuk!

Temanya “PEMIMPIN TANGGUH ANTI RUNTUH”

Kamu bakal dapet banyak menfaat

~ Materu seru

~ Outbond

~ Sharing dan Motivasi

PLUS Tips agar motivasi tidak luntur setelah acara.

Waktu : 23-24 Desember 2012

Kontribusi : Rp. 20.000,-

ADA paket hemat loh, untuk daftar secara berkelompok

5 orang cukup Rp. 95.000,-

10 orang cukup Rp. 180.000,-

Fasilitas :

> Makan

> Snack

> Souvenir

> Sertifikat

> Doorprize

AYO BURUAN DAFTAR!

Pendaftaran Tanggal 12 – 21 Desember 2012 di Sekretariat Rohis

CP : Fahrul ( XI S2) 0857 3611 4377 atau Azizah (XI A5) 087 758 776 757

 
Leave a comment

Posted by on 19 December 2012 in Upcoming Event

 

APAKAH SAMPAI PADAMU BERITA TENTANG MAHANAZI? (oleh: Helvy Tiana Rosa)

Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?

Apakah sampai padamu berita

tentang rumahrumah yang dihancurkan

tanahtanah meratap berpindah tuan,

bahkan manusia yg dibuldozer?

 

Apakah sampai padamu berita

tentang airmata yang tumpah

dan menjelma minuman seharihari

tentang jadwal makan yang hanya sehari sekali

atau listrik yang menyala cuma empat jam sehari?

 

Apakah sampai padamu

berita tentang kanakkanak yang tak lagi berbapak

tentang ibu mereka yang diperkosa atau diseret ke penjara?

Para balita yang menggenggam batu dengan dua tangan mungil mereka

menghadang tentara zionis Israel

lalu tangan kaki mereka disayat dan dibuntungi

 

Apakah sampai padamu berita tentang masjidil Aqsha

di halamannya menggenang darah

dan tubuhtubuh yang terbongkar

Peluru yang berhamburan di udara

menyanyikan lagu kematian menyayat nadi

kekejaman yang melebihi fiksi

dan semua film yang pernah kau tonton

di bioskop dan televisi

Kebiadaban yang mahanazi

 

Tapi orangorang di negeriku masih saja mengernyitkan kening:

“Palestina? Untuk apa memikirkan Palestina?

Persoalan di negeri sendiri menjulang!”

Mereka bersungutsungut tak suka

Membatu, tak jarang terpengaruh

menuduh pejuang kemerdekaan Palestina

yang membela tanah air mereka sendiri

sebagai teroris!

 

Duhai, maka kukatakan pada mereka:

Tanpa abai pada semua persoalan di negeri ini

Atas nama kemanusiaan: menyala-lah!

Kita tak bisa hanya diam

menyaksi pagelaran mahanazi

sambil mengunyah menu empat sehat lima sempurna

dan bercanda di ruang keluarga

kita tak bisa sekadar

menampung pembantaianpembantaian itu dalam batin

atau purapura tak peduli

Seorang teman Turki berkata:

mereka yang membatasi ruang kemanusiaan

dengan batasbatas negara

sesungguhnya belum mengerti makna kemanusiaan

 

Hai Amr Moussa tanyakan pada Liga Arab

belum tibakah masanya bagi kalian

bersatu, membuka hati, berani

berhenti mengamini nafsu Amerika

yang seharusnya kita taruh di bawah sepatu?

 

Hai Ban Ki Moon,

apakah Perserikatan Bangsa Bangsa itu nyata?

Sebab tak pernah kami dengar

PBB mengutuk dan memberi sanksi

pada mahanazi teroris zionis Israel

yang pongah melucuti kemanusiaan dan keberadaban

dari wajah dan hati dunia

Apakah kalian, apakah kita tak malu

Pada para syuhada flotilla, Rachel Corrie, Yoyoh Yusroh

dan George Galloway?

 

Karena sesungguhnya kita bisa melakukan sesuatu:

menyebarkan tragedi keji ini pada hatihati yang bersih,

memberi meski sedikit apa yang kita punya

dan mendoakan Palestina

 

Apakah sampai padamu, berita tentang mahanazi itu?

Tentang Palestina yang bersemayam kokoh

di hati mereka yang diberi kurnia?

 

Seperti cinta yang tak bisa kau hapus

dari penglihatan dan ingatan,

airmata, darah, dan denyut nadi manusia

 

: Lawan Mahanazi!

 
1 Comment

Posted by on 24 November 2012 in Miracle of ISLAM

 

Puasa Asy-Syura

Jum’at dan Sabtu Besok Jadual Puasa Tasu’a dan ‘Asyura!

Oleh: Badrul Tamam

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menjadikan beberapa musim sebagai ladang memanen pahala, salah satunya pada syahrullah al-Muharram. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah yang telah melaksanakan puasa ‘Asyura dan berniat melaksanakan puasa Tasu’a, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram yang telah Allah muliakan. Secara khusus Allah melarangan berbuat zalim pada bulan ini untuk menunjukkan kehormatannya. Allah Ta’ala berfirman,

فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. Al-Taubah: 36)

Ini menunjukkan, mengerjakan perbuatan zalim/maksiat pada bulan ini dosanya lebih besar daripada dikerjakan pada bulan-bulan selainnya. Sebaliknya, amal kebaikan yang dikerjakan di dalamnya juga dilebihkan pahalanya. Salah satu amal shalih yang dianjurkan oleh Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk dikerjakan pada bulan ini ibadah shiyam. Beliau menganjurkan untuk memperbanyak puasa di dalamnya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama sesudah puasa Ramadlan adalah puasa pada Syahrullah (bulan Allah) Muharram. Sedangkan shalat malam merupakan shalat yang paling utama sesudah shalat fardlu.” (HR. Muslim, no. 1982)

Menurut Imam Al-Qaari berkata, bahwa secara zahir, maksudnya adalah seluruh hari-hari pada bulan muharram ini. Tetapi telah disebutkan dalam hadits shahih bahwa Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah sama sekali berpuasa sebulan penuh kecuali di Ramadhan. Maka hadits ini dipahami, dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram bukan seluruhnya.

Puasa Tasu’a dan ‘Asyura

Pada umumnya dianjurkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Muharram ini. Hanya saja perhatian khusus Syariat tertuju pada satu hari, yaitu hari ‘Asyura. Berpuasa pada hari tersebut bisa menghapuskan dosa setahun yang lalu.

Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim no. 1975)

Kapankah Hari ‘Asyura Itu?

Hari ‘Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram. Demikianlah pendapat jumhur ulama dan yang nampak dari zahir hadits berdasarkan kemutlakan lafaznya dan yang sudah ma’ruf menurut ahli bahasa. (Disarikan dari al-Majmu’ oleh Imam al-Nawawi)

Ibnu Qudamah berkata, ‘Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram. Ini merupakan pendapat Sa’id bin Musayyib dan al-Hasan al-Bashri yang sesuai dengan riwayat dari Ibnu ‘Abbas, “Rasullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan berpuasa pada hari ‘Asyura, hari kesepuluh dari bulan Muharram.” (HR. Al-Tirmidzi, beliau menyatakan hadits tersebut hasan shahih)

Diriwayatkan dalam Shahihain, dari Ibnu ‘Abbas, Ibnu Umar, dan Asiyah bahwa Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam telah berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa padanya.

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma pernah menceritakan tentang puasa Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam,

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Aku tidak penah melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersemangat puasa pada suatu hari yang lebih beliau utamakan atas selainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan pada satu bulan ini, yakni bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jangan Puasa ‘Asyura Saja, Tapi Sertakan Satu Hari Sebelumnya

Disunnahkan untuk menambah puasa Asyura dengan puasa pada hari sebelumnya, yaitu tanggal Sembilan Muharram yang dikenal dengan hari Tasu’a. Tujuannya, untuk menyelisihi kebiasaan puasanya Yahudi dan Nashrani.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata, “Ketika Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa padanya, mereka menyampaikan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani.’ Lalu beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ‘Kalau begitu, pada tahun depan insya Allah kita berpuasa pada hari kesembilan’. Dan belum tiba tahun yang akan datang, namun Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam sudah wafat.” (HR. Muslim, no. 1916)

Berkata Imam al-Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya, “Disunnahkan berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh secara  keseluruhan, karena Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam telah berpuasa pada hari ke sepuluh dan berniat puasa pada hari kesembilan.”

Apa Hikmah Berpuasa Hari Tasu’a?

Imam al-Nawawi rahimahullaah menyebutkan tentang tiga hikmah dianjurkannya shiyam hari Tasu’a: Pertama, maksud disyariatkan puasa Tasu’a untuk menyelesihi orang Yahudi yang berpuasa hanya pada hari ke sepuluh saja.

Kedua, maksudnya adalah untuk menyambung puasa hari ‘Asyura dengan puasa di hari lainnya, sebagaimana dilarang berpuasa pada hari Jum’at saja. Pendapat ini disebutkan oleh al-Khathabi dan ulama-ulama lainnya.

Ketiga, untuk kehati-hatian dalam pelaksanaan puasa ‘Asyura, dikhawatirkan hilal berkurang sehingga terjadi kesalahan dalam menetapkan hitungan, hari ke Sembilan dalam penanggalan sebenarnya sudah hari kesepuluh.

Dan alasan yang paling kuat disunnahkannya puasa hari Tasu’a adalah alasan pertama, yaitu untuk menyelisihi ahli kitab. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullaah dalam al Fatawa al-Kubra berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam melarang bertasyabbuh dengan ahli kitab dalam banyak hadits. Seperti sabda beliau tentang puasa ‘Asyura,

لَئِنْ عِشْتُ إلَى قَابِلٍ لاَصُومَنَّ التَّاسِعَ

Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)

Ibnu Hajar rahimahullaah dalam catatan beliau terhadap hadits, “Jika saya masih hidup di tahun depan, pasti akan berpuasa pada hari kesembilan”, Keinginan beliau untuk berpuasa pada hari kesembilan dibawa maknanya agar tidak membatasi pada hari itu saja. Tapi menggabungkannya dengan hari ke sepuluh, baik sebagai bentuk kehati-hatian ataupun untuk menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Dan ini merupakan pendapat yang terkuat dan yang disebutkan oleh sebagian riwayat Muslim.”

Bolehkah Berpuasa Pada Hari ‘Asyura Saja?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullaah dalam al-Fatawa al-Kubra Juz ke IV berkata, “Puasa hari ‘Asyura menjadi kafarah (penghapus) dosa selama satu tahun dan tidak dimakruhkan berpuasa pada hari itu saja.” Sedangkan Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfah al-Muhtaj menyimpulkan bahwa tidak apa-apa berpuasa pada hari itu saja.

. . . Jadual Puasa Tasu’a dan ‘Asyura 1434 Hijriyah: hari Jum’at dan Sabtu besok yang bertepatan dengan tanggal 23 dan 24 Desember 2012 M. . . .

Kapan Hari Tasu’a dan ‘Asyura Pada Tahun Ini?

Hari Tasu’a dan ‘Asyura pada tahun ini, 1434 Hijriyah, sebagaimana yang tertera dalam kalender yang beredar di masyarakat Indonsia -Insya Allah-, jatuh pada hari Jum’at dan Sabtu besok yang bertepatan dengan tanggal 23 dan 24 November 2012 M.

Maka kami mengajak saudara-saudara seiman untuk berpuasa pada dua hari tersebut untuk menghidupkan sunnah Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam ini. Semoga kita mendapatkan janji yang disebutkan dalam hadits nabawi, yaitu diampuni dosa-dosa selama setahun yang lalu. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kekuatan kepada kita untuk melaksanakannya. [PurWD/voa-islam.com]

 
Leave a comment

Posted by on 22 November 2012 in Miracle of ISLAM